Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan, penataan bidang darat kawasan pantai Kalkote itu belum usai. Hal itu dikarenakan, pihaknya mengalami kekurangan anggaran untuk melanjutkan pekerjaan sejumlah fasilitas pendukung dipelabuhan itu. Misalnya atap pelabuhan sampai kedarat, penataan dibidang darat juga belum dilaksanakan.
“Kita sedang lakukan penataan di bidang darat, karena keterbatasan dana kita tidak bisa menangani tapi kita sudah ajukan telaah kepada TAPD untuk dikaji dan kami sedang menunggu itu,” kata Alfons Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Kamis (30/1/2020)
Menurutnya, anggaran untuk atap pelabuhan Kalkote sampai ke darat sudah dianggarkan dana sekitar Rp1,9 miliar. Kata dia, pada prinsipnya target prioritas RPJMD di instansi itu dengan penurunan 22% anggaran berdampak pada beberapa target RPJMD yang tidak bisa di capai pada tahun ini.
“Termasuk penataan sisi darat Kalkote dan pembangunan lanjutan Asei Pulau dan beberapa kampung wisata adat. Dari sisi perencanaan dan dari sisi penyedia mereka siap untuk bekerja.
Dengan waktu yang ada tetapi karena keterbatasan anggaran yang ada kami tidak bisa paksa,” bebernya.
Meski begitu, saat ini pihaknya sedang menanti keputusan TAPD dan pihak legislatif karena sudah masuk ke DPR. Apabila ini menjadi bagian penting, pihaknya berharap agar ini bisa di lakukan perubahan anggaran. Karena secara dinas, pihaknya sudah menyampaikan, perencanaan awal dan desainnya sudah dilakukan dan sudah dipresentasikan. Sekarang tinggal pembangunannya, sekali lagi kemauan dari TAPD, DPR dan Eksekutif. (fuad/pri)
