Jayapura, – Ini tiga nama putra-putri asal Sarmi yang diusulkan untuk menjadi wakil bupati mendampingi Bupati Eduard Fonataba menjalani sisa periode dua tahun terakhir.
Ketiga nama itu adalah Dance Dansu yang merupakan pensiunan Polri atau tepatnya pernah menjadi Wakapolres Sarmi pada 2013-2014, lalu Leonard J Sawerdani yang merupakan pensiunan TNI yang pernah menjadi Dandim 1712/Sarmi 2017 dan Aki Buafer berlatar belakang wiraswasta.
Ketiga nama ini mencuat setelah Ketua LMA Kabupaten Sarmi Zakarias J Sakweray menyampaikan kepada awak media di Kota Jayapura, Selasa, bahwa mereka adalah orang yang tepat dan layak menjadi Wakil Bupati Sarmi.
“Setelah kami melihat dan mencari sosok figur yang layak dan tepat menjadi Wakil Bupati Sarmi, ketiga orang ini adalah pilihan yang tepat, tinggal disaring dan dipilih oleh Bupati Eduard Fonataba dan DPRD Sarmi,” katanya.
Menurut Zakarias, Kabupaten Sarmi sejak setahun terakhir tidak mempunyai wakil bupati (Yosina Insyaf) karena tersangkut masalah dan sedang menjalani hukuman.
“Sehingga kami lihat jalan pemerintahan agak pincang, karena tidak ada sosok wakil bupati yang menemani Bupati Eduard Fonataba. Kami juga sudah sampaikan nama-nama ini ke DPRD Sarmi agar menjadi bahan pertimbangan,” kata Zakarias
Terkait hal ini, Lukas Wotone anggota LMA Kabupaten Sarmi meminta agar DPRD Sarmi lebih proaktif dengan persoalan kekosongan wakil bupati.
“Mungkin kami usulkan agar DPRD Sarmi segera buat pansus untuk penjaringan figur wakil bupati, tentunya harus berkoordinasi dengan Bupati Eduard Fonataba dari jalur independen,” katanya.
Sementara, Apsalom Asinggau yang mengklaim sebagai koordinator polisi adat Sarmi mengumpamakan Kota Ombak, julukan Kabupaten Sarmi ibarat orang yang sedang pingsan karena tidak miliki wakil bupati.
“Sehingga ini harus kami dorong agar Sarmi miliki wakil bupati dan pemerintahan bisa berjalan dengan lancar dan baik,” katanya.(Man)
