Komnas HAM Didesak Selidiki Ujaran Rasisme Dalam Sepak Bola

Manokwari – Komisi Nasional (Komnas) HAM didesak untuk menyelidiki dugaan ujaran rasisme dalam dunia sepak bola seperti yang terjadi pada pesepakbola Belitong FC asal Papua Rivaldo Wally dan pelatih Ardiles Rumbiak pada pertandingan babak 32 besar liga 3 melawan Persikota Tangerang di Stadion Benteng, Tangerang, Rabu (23/02).

“Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia yang pernah meraih penghargaan internasional John Humphrey Freedom award Tahun 2005 di Canada, saya mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dapat menyelidiki dugaan tindak rasisme tersebut,” pintanya, di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (26/02).

Perbuatan para suporter Persikota Tangerang yang terekam dalam video berdurasi satu menit yang sudah viral tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti dan petunjuk guna menyelidiki dugaan adanya perbuatan rasis sebagai diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Sebagai Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua, saya juga mendorong Komisi Disiplin PSSI untuk menyelidiki dugaan perbuatan rasisme yang dialami kedua pesepakbola asli Papua tersebut (Rivaldo Wally dan Ardiles Rumbiak),” ujarnya.

Hal ini, lanjut dia, tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja, karena sepakbola Indonesia perlu dibebaskan dari aksi rasisme dalam bentuk apapun, sehingga pemberlakuan sanksi tegas penting diambil, demi menyelamatkan sepakbola Indonesia sejak sekarang ini.(*)

Tinggalkan komentar