Manokwari – Terkait pembantaian para pekerja tower di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, Jaringan Damai Papua (JDP) meminta kepada semua pihak untuk mendorong agar tidak lagi terjadi kekerasan di Bumi Cenderawasih ataupun Bumi Kasuari.
“JDP dengan penuh hormat menyerukan dihentikannya pengunaan cara kekerasan dalam menangani berbagai hal dan situasi di kawasan Tanah Papua, termasuk di Distrik Beoga dan Distrik Mulia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua,” kata Yan Christian Warinussy.
“Sebagai Juru Bicara JDP, saya memberi saran kepada Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) untuk tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil dan atau aparat keamanan (TNI dan Polri),” sambungnya dalam siaran pers di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (05/03).
Peristiwa penembakan terhadap sekitar sembilan orang karyawan PT. Palapa Timur Telematika (PT. PTT) di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak. Ternyata telah menewaskan sekitar delapan orang karyawan PT.PTT tersebut.
“JDP turut berbelasungkawa atas peristiwa tersebut. Sembari kami menyerukan agar Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdullah untuk tidak melakukan tindakan operasi “balas dendam”,” pintanya.
Melainkan dengan segera mendorong dilakukannya langkah persiapan dialog damai internal dengan TPN PB. Apalagi diwaktu hampir bersamaan ada peristiwa penembakan lain di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua yang mengakibatkan seorang prajurit TNI dari Batalyon R 408/SBH terluka juga patut disesali dan dibijaki melalui langkah pendekatan damai untuk menyudahi pertikaian bersenjata antara aparat keamanan (TNI dan Polri) dengan TPN PB yang senantiasa berlangsung terus-menerus di Tanah Papua.
“JDP mendorong segera dimulainya persiapan pelaksanaan dialog damai dengan diawali Jedah Kemanusiaan (Humanitarian Pause) guna memastikan warga sipil di sekitar lokasi kontak senjata senantiasa mendapat akses kepada bantuan kemanusiaan, pelayanan medis, pelayanan gizi dan pendidikan,” katanya.
Lanjut Warinussy, megangkat senjata antara TNI dan Polri dengan TPN PB pasti akan selalu melahirkan korban diantara kedua belah pihak bahkan warga sipil turut menjadi korban senantiasa.
“Tetapi dimulainya dialog justru akan menjadi cara penyelesaian yang tidak akan membunuh siapapun diantara mereka yang selama ini terus menerus bertikai di Tanah Papua,” sarannya.(*)
