Demianus Wasage: Pegunungan Papua Menarik Wisatawan Minat Khusus

JAYAPURA (5/5) – Pelaku industri pariwisata Papua, Demianus Wasage, CEO Trek Papua Tours & Travel berharap jumlah kunjungan wisatawan di Tanah Papua akan meningkat tahun ini seiring dengan keberhasilan pemerintah mengendalikan pandemi covid-19.

Sumber foto: https://trek-papua.com/

Menurutnya sebelum pandemi kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Papua hingga 3-4 kali dalam sebulan. Tahun 2020 masa awal pandemi jumlah tamunya menurun secara drastis bahkan pada tahun 2021 nyaris tidak ada kunjungan yang ia layani.

“Pada tahun 2022 ini, sudah ada deal untuk kunjungan tamu ke Lembah Baliem dan Papua New Guinea. Untuk tamu ke wilayah PNG, kami bekerja sama dengan guide lokal yang ada disana,” tuturnya.

Berbicara lebih jauh tentang industri pariwisata di Papua, Demi mengatakan Papua dan Papua Barat mempunyai daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan dengan minat khusus/ special interest.

Minat khusus yang dimaksut disini ialah wisatawan yang menyukai tantangan adrenalin seperti jalur trek pendakian khusus di highland Papua, seperti Puncak Carztens, Trikora, Mandala, Pegunungan Arfak hingga Mount Wilhelm di Papua Nugini.

“Selain itu, kultur Papua, etnik fotografi, bird watching, kupu – kupu, wisata bawah laut di Raja Ampat dan Nabire juga menarik minat wisatawan yang sebagian besar adalah peneliti, fotografer, youtuber dan filmmaker,” ungkapnya.

Menurut Demianus Wasage yang punya nama panggilan Mac, semua hal mendasar ada di Papua khususnya di wilayah Pegunungan, misalnya saja tantangan geografis medan yang sulit, cuaca dan iklim yang cepat berubah, nyamuk penyebab malaria dan ketemu ular dijalan ketika treking di rimba raya Papua.

“Semua kesulitan itu saya deskripsikan dan komunikasikan dengan baik lewat email, sehingga mereka bisa membayangkan tantangan yang akan dihadapi ketika berkunjung ke Papua. Untuk cuaca dan iklim saya biasa berkomunikasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sebagai acuan turis untuk kunjungan,” terangnya panjang lebar.

Demianus ‘Mac’ Wasage, mengatakan tantangan geografis dan iklim ternyata tidak membuat ciut nyali wisatawan asing.

“Mereka sangat bahagia ketika berhasil melewati jalur pendakian yang sulit dan berhasil mencapai puncak gunung, atau berhasil memotret burung cendrawasih dan kupu – kupu di alam liar. Wisatawan lain juga menikmati hidup di honai atau di tengah – tengah suku Korowai meski hanya beberapa saat,” paparnya.

Sumber foto: https://trek-papua.com/

Sejak dari 2008 membuka Trek Papua Tours & Travel, serta serangkaian pengalaman menjadi guide dan fixer, Demi melihat potensi yang sangat besar untuk pengembangan wisata minat khusus di Tanah Papua.

“Tujuan saya mendirikan Trek Papua Tours & Travel ini untuk membuka peluang kerja bagi Orang Asli Papua. Saya cukup banyak merekrut tenaga freelance di daerah untuk menjadi guide lokal, porter, juru masak, driver hingga penari untuk etnic show,” kata Demi.

Selain itu, ia juga berpesan kepada penduduk setempat untuk menjaga keaslian seperti nama flora, fauna atau ritual dalam bahasa asli karena informasi tersebut berguna bagi wisatawan/ peneliti yang datang.

Terkait dengan nominal paket wisata yang ditawarkan, Demi mengatakan rate terendah yang ditawarkan di kisaran 1000 – 1200 USD/orang/ hari tergantung rute dan jumlah hari kunjungan. Jika dirupiahkan akumulasi kunjungan perbulan angkanya bisa mencapai 1-2 milyar rupiah bahkan lebih. Dan, biasanya ia hanya membawa rombongan dalam jumlah kecil yakni hanya 5 orang per rombongan.

“Untuk treking di minat khusus, biasanya saya hanya mengantar rombongan kecil, maksimal 5 orang, tetapi saat Festival Lembah Baliem pernah mendatangkan 70 – 80 orang wisatawan manca negara karena hanya diseputar kota yang tidak membutuhkan penanganan khusus,” ujar alumni Fakultas Sastra Universitas Papua (Unipa), Manokwari, Papua Barat angkatan tahun 2002 itu.

Di tahun 2022 ini, kata Demi, terselip sebuah harapan agar industri pariwisata segera pulih dari pandemi covid-19.

“Jika wisatawan bisa kembali berkunjung ke Tanah Papua, berarti terbukanya peluang pendapatan bagi warga di kampung – kampung yang terpencil dan jauh. Semoga pandemi covid-19 ini segera berlalu,” katanya mengakhiri sesi wawancara ini. (YA)

Tinggalkan komentar