Cegah Pneumonia, Dinkes Papua Perkenalkan Vaksin PCV dan Rotavirus

SENTANINEWS.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Papua memperkenalkan vaksin PCV dan Rotavirus yang bakal didistribusikan, bulan ini

Pendistribusian bakal dilakukan di Kota Jayapura, Provinsi Papua dan Merauke, Papua Selatan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, dr Robby Kayame kepada awak media di Kota Jayapura, Kamis (2/2).

“Sejak September 2022, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan pemberian tambahan imunisasi PCV, dalam imunisasi rutin bagi bayi guna memperkuat kekebalan anak terhadap Pneumonia,”kata Robby.

Robby menjelaskan, PCV atau Pneumonia Conjugated Vaccine adalah vaksin yang diyakini mampu mencegah anak dari infeksi Bakteri Pneumokokus.

Bakteri itu merupakan penyebab 50 persen kasus Pneumonia di dunia, termasuk Indonesia.

“Vaksin PCV diberikan dengan
cara disuntik masing-masing satu kali pada anak berusia 2 bulan, 3 bulan,
dan 12 bulan,”ujarnya.

Untuk imunisasi Pneumonia, kata dia, sejak  2022, Kementerian Kesehatan juga secara bertahap telah memperkenalkan jenis imunisasi baru yang disebut imunisasi Rotavirus.

“Imunisasi Rotavirus ini diberikan sebanyak 3 kali pada bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan dengan cara ditetes,” katanya.

Lanjut Robby, imunisasi rotavirus mampu mencegah diare karena rotavirus yang merupakan penyebab lebih dari 50 persen diare di seluruh dunia.

“Pemberian imunisasi rotavirus dilaksanakan di 2 kabupaten atau kota terpilih sesuai keputusan Kementerian Kesehatan di Provinsi Papua dan Papua Selatan, yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke,”ujarnya.

Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke terpilih sebagai lokasi pertama dalam program imunisasi nasional PCV dan Rotavirus ini.

Karena, menurutnya, kedua daerah itu memiliki kasus Pneumonia dan diare yang cukup tinggi.

“Imunisasi PCV dan rotavirus bisa didapatkan di Puskesmas atau Posyandu terdekat secara gratis,”katanya.

Robby menjelaskan, kedua jenis imunisasi ini sudah terbukti aman dan bermanfaat karena sudah digunakan pada lebih dari seratus negara di dunia.

“Serta berhasil memberikan penurunan angka Pneumonia dan diare yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir,”ujarnya.

Terkait pasokan vaksin PCV dan Rotavirus di Provinsi Papua, kata Robby, pihaknya sudah dua kali mendapat mendapat pengiriman dari Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, sudah tahap, pertama dipasok 2.000 lebih vial, dan tahap kedua sebanyak 8.000 lebih vial.

“Jadi stok yang ada saat ini di kami, sementara masih ada 34 vial dan sudah masuk dalam daftar logistik yang siap didistribusikan pula,”katanya.

Dalam menyukseskan imunisasi nasional tersebut, Dinkes Papua juga telah membangun koordinasi dan komunikasi bersama rekan-rekan di kabupaten atau kota.

“Sementara secara total keseluruhan vaksin yang akan dipasok ke Provinsi Papua dan 3 DOB lainnya ialah 18.847 vial, jadi kita masih punya lagi sekira 7.813 vial yang akan dipasok ke depannya,”ujarnya.

Dia menyebut, untuk 1 vial vaksin dapat dipergunakan bagi 10 anak, maka dengan total 11.000 vial nantinya bisa dipergunakan oleh 110.000 anak di Papua.

Sekadar diketahui, imunisasi PCV dan Rotavirus di Indonesia sebenarnya bukan jenis imunisasi baru.

Sebelum masuk sebagai jenis imunisasi rutin yang pemberiannya
digratiskan di Puskesmas ataupun Posyandu, imunisasi ini bisa didapatkan di layanan-layanan praktik swasta, tetapi tentunya dengan cara berbayar.

PCV juga sejak  2017 sudah mulai digunakan di beberapa provinsi terpilih sebelum akhirnya diputuskan untuk digunakan di seluruh Indonesia.

Jenis imunisasi ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk digunakan secara aman.

Tak hanya itu, imunisasi PCV dan Rotavirus juga aman untuk diberikan bersama-sama dengan imunisasi rutin lainnya seperti BCG, MR, DPTHb-Hib.(Musa)

Tinggalkan komentar