๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ถ๐—น๐—ผ๐˜ ๐—š๐—น๐—ฒ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐—น๐—ฐ๐—ผ๐—บ ๐—–๐—ผ๐—ป๐—ป๐—ถ๐—ป๐—ด, ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—ก๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ ๐——๐—ถ ๐——๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ, ๐—ง๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—”๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ž๐—• ๐—”๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ข๐—ฃ๐— 

Kita harus jujur mengakui bahwa KKB atau OPM wilayah Nduga, adalah pelaku utama penembakan pilot Glen M. Conning di distrik, Alama, Timika, tanggal 5 Agustus 2024. Tidak perlu berbohong dan memutar balikan fakta.

Beberapa anggota kelompok OPM wilayah Nduga, dipimpin oleh Egianus Kogoya adalah pelaku utama. Tanpa perintah Egianus Kogoya, para pelaku yang adalah bagian dari anggota KKB atau OPM wilayah Ndugama, melakukan penembakan terhadap pilot Glen pada saat pilot baru mendarat dan sedang menurunkan penumpang. Jadi pilot Glen ditembak itu, bukan sesuatu yang direncanakan. Tetapi terjadi secara tiba – tiba ( by accident, not by design)

Mengapa Pilot Glen ditembak KKB atau OPM Nduga?

Dari rekaman pembicaraan antara staf di kantor PT. Intan Angkasa Air Service Timika dengan seseorang di distrik Alama, melalui saluran kominikasi SSB, rupanya terjadi keributan dalam komunikasi antara pilot Glen dengan anggota KKB atau OPM yang datang mendekat ke pintu helikopter. Akibat miskomunikasi itulah anggota KKB atau OPM kemudian menembak mati pilot Glen. Jadi sekali lagi kasus ini by accident.

Miskomunikasi soal apa?

Anggota KKB atau OPM bertanya ke pilot Glen tentang ” Paket Penting ” mereka dari Timika, kenapa tidak dibawa oleh pilot Glen.

Pilot Glen menjawab, mengangkut paket tersebut bukan pekerjaan dia. Dan dia tidak mau terlibat konflik kepentingan di antara OPM dan aparat keamanan Indonesia. Tugas dia hanya melayani masyarakat Papua dalam aktivitas sehari – hari dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan pemerintah distrik lainnya.

Jawaban pilot Glen ini yang tidak bisa diterima oleh KKB atau OPM. Pilot Glen dianggap tidak bisa bekerjasama dengan mereka dan dituduh bekerjasama dengan aparat keamanan. Karena itu anggota KKB atau OPM kemudian membuka pintu helikopter dan menembak mati pilot Glen yang masih duduk di kursi kemudi helikopter.

Dugaan saya, kemungkinan paket ” Paket Penting ” dari Timika itu adalah senjata dan amunisi yang sudah dibeli dan tidak jadi diangkut oleh pilot Glen.

Karena itu, saya meminta aparat keamanan untuk melakukan investigasi kasus penembakan ini dan segera hentikan aktivitas penjualan senjata dan amunisi di kabupaten Mimika, Nabire, Wamena dan Jayapura.

Marinus Mesak Yaung
Dosen Universitas Cenderawasih.

Tinggalkan komentar